Rabu, 04 April 2012

Artikel BGP-Peer, Memisahkan Routing dan Bandwidth Management


Dalam artikel ini, akan dibahas cara untuk melakukan BGP-Peer ke BGP Router Mikrotik Indonesia untuk melakukan pemisahan gateway untuk koneksi internet internasional dan OpenIXP (NICE). Setelah pemisahan koneksi ini dilakukan, selanjutnya akan dibuat queue untuk tiap klien, yang bisa membatasi penggunaan untuk bandwidth internasional dan OpenIXP (NICE).
Beberapa asumsi yang akan dipakai untuk kasus kali ini adalah :
  1. Router memiliki 3 buah interface, yang masing-masing terhubung ke gateway internasional, gateway OpenIXP (NICE), dan ke network klien.
  2. Untuk koneksi ke OpenIXP (NICE), router milik Anda harus memiliki IP publik.
  3. Untuk klien, akan menggunakan IP private, sehingga akan dilakukan NAT (network address translation)
  4. Mikrotik RouterOS Anda menggunakan versi 2.9.39 atau yang lebih baru, dan mengaktifkan paket routing-test
Jika Anda menghadapi kondisi yang tidak sesuai dengan parameter di atas, harus dilakukan penyesuaian.
PENGATURAN DASAR
Diagram network dan konfigurasi IP Address yang digunakan pada contoh ini adalah seperti gambar berikut ini.
Untuk mempermudah pemberian contoh, kami mengupdate nama masing-masing interface sesuai dengan tugasnya masing-masing.
[admin@MikroTik] > /in pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
 #    NAME            TYPE   RX-RATE  TX-RATE  MTU 
 0  R ether1-intl     ether  0        0        1500
 1  R ether2-iix      ether  0        0        1500
 2  R ether3-client   ether  0        0        1500

Konfigurasi IP Address sesuai dengan contoh berikut ini. Sesuaikanlah dengan IP Address yang Anda gunakan. Dalam contoh ini, IP Address yang terhubung ke OpenIXP (NICE) menggunakan IP 202.65.113.130/29, terpasang pada interface ether2-iix dan gatewaynya adalah 202.65.113.129. Sedangkan untuk koneksi ke internasional menggunakan IP Address 69.1.1.2/30 pada interface ether1-intl, dengan gateway 69.1.1.1.
Untuk klien, akan menggunakan blok IP 192.168.1.0/24, dan IP Address 192.168.1.1 difungsikan sebagai gateway dan dipasang pada ether3-client. Klien dapat menggunakan IP Address 192.168.1-2 hingga 192.168.1.254 dengan subnet mask 255.255.255.0.
Jangan lupa melakukan konfigurasi DNS server pada router, dan mengaktifkan fitur "allow remote request".
Karena klien menggunakan IP private, maka kita harus melakukan fungsi src-nat untuk kedua jalur gateway.
[admin@MikroTik] > /ip fi nat pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 0   chain=srcnat out-interface=ether1-intl action=masquerade
 1   chain=srcnat out-interface=ether2-iix action=masquerade

CEK: Pastikan semua konfigurasi telah berfungsi baik. Buatlah default route pada router secara bergantian ke IP gateway OpenIXP (NICE) dan internasional. Lakukanlah ping (baik dari router maupun dari klien) ke luar network Anda secara bergantian.
PENGATURAN BGP-PEER
Pertama-tama, pastikan bahwa Anda menggunakan gateway internasional Anda sebagai default route, dalam contoh ini adalah 69.1.1.1. Kemudian Anda perlu membuat sebuah static route ke mesin BGP Mikrotik Indonesia, yaitu IP 202.65.120.250.
Lalu periksalah apakah Anda bisa melakukan ping ke 202.65.120.250. Periksalah juga dengan traceroute dari router, apakah jalur pencapaian ke IP 202.65.120.250 telah melalui jalur koneksi yang diperuntukkan bagi trafik OpenIXP (NICE), dan bukan melalui jalur internasional.
Kemudian, Anda harus mendaftarkan IP Address Anda di website Mikrotik Indonesia untuk mengaktifkan layanan BGP-Peer ini. Aktivasi bisa dilakukan di halaman ini. IP Address yang bisa Anda daftarkan hanyalah IP Address yang bisa di-ping dari mesin kami, dan juga harus sudah diadvertise di OIXP. Aturan selengkapnya mengenai penggunaan layanan ini bisa dibaca di halaman ini. Setelah Anda mendaftarkan IP Address Anda, jika semua syarat sudah terpenuhi, Anda akan diinformasikan bahwa aktivasi layanan BGP-Peer Anda sudah sukses. Selanjutnya Anda bisa melihat status layanan BGP Anda di halaman ini.
BGP Router Mikrotik Indonesia akan menggunakan IP Address 202.65.120.250 dan AS Number 64888, dan Router Anda akan menjadi BGP Peer dengan menggunakan AS Number 64666.
Berikutnya adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan pada router Anda. Pertama-tama Anda harus membuat beberapa prefix-list untuk BGP ini. Untuk prefix yang akan Anda terima, untuk alasan keamanan dan hematnya agregasi routing, maka Anda perlu melakukan setting untuk menerima hanya prefix 8 hingga 24. Prefix 0 sampai 7, dan 25 sampai 32 akan Anda blok. Prefix ini kita berinama prefix-in. Untuk prefix-in yang accept, harap diperhatikan bahwa Anda perlu menentukan gateway untuk informasi routing ini, yaitu IP gateway OpenIXP (NICE) Anda. Dalam contoh ini adalah 202.65.113.129. Gantilah IP ini sesuai dengan gateway OpenIXP (NICE) Anda.
Sedangkan karena sifat BGP-Peer ini hanya Anda menerima informasi routing saja, di mana Anda tidak dapat melakukan advertisement, maka harus dilakukan blok untuk semua prefix yang dikirimkan, dan kita beri nama prefix-out.
Berikut ini adalah konfigurasi prefix list yang telah dibuat.
Tahap selanjutnya adalah konfigurasi BGP instance. Yang perlu di-set di sini hanyalah AS Number Anda, pada kasus ini kita menggunakan AS Number private, yaitu 64666.
Dan langkah terakhir pada konfigurasi BGP ini adalah konfigurasi peer. AS Number BGP Router Mikrotik Indonesia adalah 64888 dan IP Addressnya adalah 202.65.120.250. Karena kita sulit menentukan berapa hop jarak BGP Router Mikrotik Indonesia dengan Router Anda, maka kita melakukan konfigurasi TTL menjadi 255. Jangan lupa mengatur rule prefix-in dan prefix-out sesuai dengan prefix yang telah kita buat sebelumnya.
Setelah langkah ini, seharusnya BGP Router Mikrotik sudah dapat terkoneksi dengan Router Anda. Koneksi ini ditandai dengan status peer yang menjadi "established" dan akan dicantumkan pula jumlah informasi routing yang diterima. Anda juga bisa mengecek status peer ini dari sisi BGP Router Mikrotik Indonesia dengan melihat pada halaman ini.
Cek pula pada bagian IP Route, seharusnya sudah diterima ribuan informasi routing, dan pastikan bahwa gatewaynya sesuai dengan gateway OpenIXP (NICE) Anda, dan berada pada interface yang benar, dalam contoh ini adalah "ether2-iix".
Jika semua sudah berjalan, pastikan bahwa penggunaan 2 buah gateway ini sudah sukses dengan cara melakukan tracerute dari router ataupun dari laptop ke beberapa IP Address baik yang berada di internasional maupun yang berada di jaringan OpenIXP (NICE).
C:>tracert www.yahoo.com

Tracing route to www.yahoo-ht2.akadns.net 
[209.131.36.158]
over a maximum of 30 hops:

 1    <1 ms    <1 ms    <1 ms  192.168.1.1
 2     1 ms    <1 ms    <1 ms  69.1.1.1
 3   222 ms   223 ms   223 ms  157.130.195.13
 4   222 ms   289 ms   222 ms  152.63.54.118
 5   226 ms   242 ms  ^C

C:>tracert www.cbn.net.id

Tracing route to web.cbn.net.id [210.210.145.202]
over a maximum of 30 hops:

  1    <1 ms    <1 ms    <1 ms  192.168.1.1
  2     1 ms    <1 ms     1 ms  202.65.113.129
  3    11 ms    12 ms   127 ms  218.100.27.218
  4    21 ms    41 ms    21 ms  218.100.27.165
  5    22 ms    24 ms  ^C

PENGATURAN BANDWIDTH MANAGEMENT
Setelah semua routing dan BGP Peer berjalan dengan baik, yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengkonfigurasi bandwidth management. Untuk contoh ini kita akan menggunakan mangle dan queue tree.
Karena network klien menggunakan IP private, maka kita perlu melakukan connection tracking pada mangle. Pastikan bahwa Anda telah mengaktifkan connection tracking pada router Anda.
Untuk masing-masing trafik, lokal dan internasional, kita membuat sebuah rule mangle connection. Dari connection mark tersebut kemudian kita membuat packet-mark untuk masing-masing trafik.
[admin@MikroTik] > /ip firewall mangle print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 0   chain=forward out-interface=ether1-intl 
     src-address=192.168.1.2 action=mark-connection 
     new-connection-mark=conn-intl
     passthrough=yes

 1   chain=forward out-interface=ether2-iix 
     src-address=192.168.1.2 action=mark-connection 
     new-connection-mark=conn-nice
     passthrough=yes

 2   chain=forward connection-mark=conn-intl 
     action=mark-packet 
     new-packet-mark=packet-intl passthrough=yes

 3   chain=forward connection-mark=conn-nice 
     action=mark-packet new-packet-mark=packet-nice 
     passthrough=yes

Untuk setiap klien, Anda harus membuat rule seperti di atas, sesuai dengan IP Address yang digunakan oleh klien.
Langkah berikutnya adalah membuat queue tree rule. Kita akan membutuhkan 4 buah rule, untuk membedakan upstream / downstream untuk koneksi internasional dan lokal.
[admin@MikroTik] > queue tree print
Flags: X - disabled, I - invalid
 0   name="intl-down" parent=ether3-client 
     packet-mark=packet-intl limit-at=0 
     queue=default priority=8 max-limit=128000
     burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

 1   name="intl-up" parent=ether1-intl 
     packet-mark=packet-intl limit-at=0 
     queue=default priority=8 max-limit=32000
     burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

 2   name="nice-up" parent=ether2-iix 
     packet-mark=packet-nice limit-at=0 
     queue=default priority=8 max-limit=256000
     burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

 3   name="nice-down" parent=ether3-client 
     packet-mark=packet-nice limit-at=0 
     queue=default priority=8 max-limit=1024000
     burst-limit=0 burst-threshold=0 burst-time=0s

Besarnya limit-at / max-limit dan burst bisa Anda sesuaikan dengan layanan yang dibeli oleh klien.

@ MIKROTIK INDONESIA

Artikel Queue dengan SRC-NAT dan WEB-PROXY


Pada penggunaan queue (bandwidth limiter), penentuan CHAIN pada MENGLE sangat menentukan jalannya sebuah rule. Jika kita memasang SRC-NAT dan WEB-PROXY pada mesin yang sama, sering kali agak sulit untuk membuat rule QUEUE yang sempurna. Penjelasan detail mengenai pemilihan CHAIN, dapat dilihat pada manual Mikrotik di sini.
Percobaan yang dilakukan menggunakan sebuah PC dengan Mikrotik RouterOS versi 2.9.28. Pada mesin tersebut, digunakan 2 buah interface, satu untuk gateway yang dinamai PUBLIC dan satu lagi untuk jaringan lokal yang dinamai LAN.
 
[admin@instaler] > in pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running 
 #    NAME       TYPE    RX-RATE    TX-RATE    MTU  
 0  R public     ether   0          0          1500 
 1  R lan        wlan    0          0          1500

Dan berikut ini adalah IP Address yang digunakan. Subnet 192.168.0.0/24 adalah subnet gateway untuk mesin ini.
 
[admin@instaler] > ip ad pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 
 #  ADDRESS           NETWORK      BROADCAST      INTERFACE
 0  192.168.0.217/24  192.168.0.0  192.168.0.255  public   
 1  172.21.1.1/24     172.21.1.0   172.21.1.255   lan

Fitur web-proxy dengan transparan juga diaktifkan.
 
 [admin@instaler] > ip web-proxy pr
                 enabled: yes
             src-address: 0.0.0.0
                    port: 3128
                hostname: "proxy"
       transparent-proxy: yes
            parent-proxy: 0.0.0.0:0
     cache-administrator: "webmaster"
         max-object-size: 4096KiB
             cache-drive: system
          max-cache-size: none
      max-ram-cache-size: unlimited
                  status: running
      reserved-for-cache: 0KiB
  reserved-for-ram-cache: 154624KiB

Fungsi MASQUERADE diaktifkan, juga satu buah rule REDIRECTING untuk membelokkan traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY
 
[admin@instaler] ip firewall nat> pr
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 
 0   chain=srcnat out-interface=public 
     src-address=172.21.1.0/24 action=masquerade 
 1   chain=dstnat in-interface=lan src-address=172.21.1.0/24 
     protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=3128

Berikut ini adalah langkah terpenting dalam proses ini, yaitu pembuatan MANGLE. Kita akan membutuhkan 2 buah PACKET-MARK. Satu untuk paket data upstream, yang pada contoh ini kita sebut test-up. Dan satu lagi untuk paket data downstream, yang pada contoh ini kita sebut test-down.
Untuk paket data upstream, proses pembuatan manglenya cukup sederhana. Kita bisa langsung melakukannya dengan 1 buah rule, cukup dengan menggunakan parameter SRC-ADDRESS dan IN-INTERFACE. Di sini kita menggunakan chain prerouting. Paket data untuk upstream ini kita namai test-up.
Namun, untuk paket data downstream, kita membutuhkan beberapa buah rule. Karena kita menggunakan translasi IP/masquerade, kita membutuhkan Connection Mark. Pada contoh ini, kita namai test-conn.
Kemudian, kita harus membuat juga 2 buah rule. Rule yang pertama, untuk paket data downstream non HTTP yang langsung dari internet (tidak melewati proxy). Kita menggunakan chain forward, karena data mengalir melalui router.
Rule yang kedua, untuk paket data yang berasal dari WEB-PROXY. Kita menggunakan chain output, karena arus data berasal dari aplikasi internal di dalam router ke mesin di luar router.
Paket data untuk downstream pada kedua rule ini kita namai test-down.
Jangan lupa, parameter passthrough hanya diaktifkan untuk connection mark saja.
 
[admin@instaler] > ip firewall mangle print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic 
 0   ;;; UP TRAFFIC
     chain=prerouting in-interface=lan 
     src-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet 
     new-packet-mark=test-up passthrough=no 

 1   ;;; CONN-MARK
     chain=forward src-address=172.21.1.0/24 
     action=mark-connection 
     new-connection-mark=test-conn passthrough=yes 

 2   ;;; DOWN-DIRECT CONNECTION
     chain=forward in-interface=public 
     connection-mark=test-conn action=mark-packet 
     new-packet-mark=test-down passthrough=no 

 3   ;;; DOWN-VIA PROXY
     chain=output out-interface=lan 
     dst-address=172.21.1.0/24 action=mark-packet 
     new-packet-mark=test-down passthrough=no 

Untuk tahap terakhir, tinggal mengkonfigurasi queue. Di sini kita menggunakan queue tree. Satu buah rule untuk data dowstream, dan satu lagi untuk upstream. Yang penting di sini, adalah pemilihan parent. Untuk downstream, kita menggunakan parent lan, sesuai dengan interface yang mengarah ke jaringan lokal, dan untuk upstream, kita menggunakan parentglobal-in.
 
[admin@instaler] > queue tree pr
Flags: X - disabled, I - invalid 
 0   name="downstream" parent=lan packet-mark=test-down 
     limit-at=32000 queue=default priority=8 
     max-limit=32000 burst-limit=0 
     burst-threshold=0 burst-time=0s 

 1   name="upstream" parent=global-in 
     packet-mark=test-up limit-at=32000 
     queue=default priority=8 
     max-limit=32000 burst-limit=0 
     burst-threshold=0 burst-time=0s

Variasi lainnya, untuk bandwidth management, dimungkinkan juga kita menggunakan tipe queue PCQ, yang bisa secara otomatis membagi trafik per client.
@ MIKROTIK INDONESIA

Artikel Mendalami HTB pada QoS RouterOS Mikrotik

Implementasi QoS (Quality of Services) di Mikrotik banyak bergantung pada sistem HTB (Hierarchical Token Bucket). HTB memungkinkan kita membuat queue menjadi lebih terstruktur, dengan melakukan pengelompokan-pengelompokan bertingkat. Yang banyak tidak disadari adalah, jika kita tidak mengimplementasikan HTB pada Queue (baik Simple Queue maupunQueue Tree), ternyata ada beberapa parameter yang tidak bekerja seperti yang kita inginkan.Beberapa parameter yang tidak bekerja adalah priority, dan dual limitation (CIR / MIR). 

Pada pembahasan artikel ini, kita akan mengambil contoh sebuah sistem QoS sederhana, di mana kita ingin mengalokasikan bandwidth sebesar 400kbps untuk 3 client, di mana masing-masing client bisa mendapatkan maksimal 200kbps. Di antara ketiga client tersebut, memiliki prioritas yang berbeda, yaitu: 1,2, dan 3. 
Untuk mempermudah pemantauan dan pembuktian, kita akan menggunakan queue tree.
Cara paling mudah untuk melakukan queue dengan queue tree, adalah dengan menentukan parameter :
  • parent (yang harus diisi dengan outgoing-interface), 
  • packet-mark (harus dibuat terlebih dahulu di ip-firewall-mangle), 
  • max-limit (yang merupakan batas kecepatan maksimum), atau dikenal juga dengan MIR (Maximum Information Rate

Artikel Setting Mikrotik Wireless Bridge

ering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge. 
Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.
Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing. 
Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set. 

Melakukan Perbaikan Dan Atau Setting Ulang Sistem PC Pemeriksaan PC Melalui Diagnosa Sistem


Untuk memeriksa kondisi hardware pada komputer perlu dilakukan diagnosa. Pada komputer dikenal tiga jenis diagnosa, yaitu :
  • POST (Power-On Self-Test)
  • Diagnosa umum (routine)
  • Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan
1. Langkah-langkah POST
Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :
  • Kode kesalahan   : dua sampai lima digit angka
  • Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa
    pesan yang menunjukkan problemnya)
  • Kode beep             : suara beep berurutan
Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard. Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanya pengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb.
Adapun langkah-langkah POST adalah sbb :
  1. Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
  2. Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
  3. Tes Timer 1: Timer 1  8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah,   pengecekan pada pencacah.
  4. Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
  5. Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
  6. Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
  7. Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan  stack-stack kesalahan interupsi.
  8. Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
  9. Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.
  10. Tes DRAM di atas 16KB:  pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.
  11. Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.
  12. Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.
Langkah-langkah POST di atas dapat diringkas sebagai berikut :
  1. Test 1 (Basic System): cek power supply, MPU, bus, dan ROM (langkah a-b)
  2. Test 2 (Extended System):  cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC (langkah  c-h)
  3. Test 3 (Display): cek sistem pengendali signal video pada card monitor dan VRAM (langkah  i)
  4. Test 4 (Memory):  cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik (langkah  j)
  5. Test 5 (Keyboard): cek keyboard (langkah  k) f) Test 6 (Drive): cek adapter card dan peripheral disk drive dan
    hard disk (langkah  l)
2. Pesan Kesalahan Selama POST
  1. Test 1 (Basic System Error), sistem terhenti dengan tanpa tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin nampak.
  2. Test 2 (Extended System Error), satu suara beep panjang diikuti dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
  3. Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan dua suara beep pendek, dan POST melanjutkan dengan test berikutnya.
  4. Test 4 (Memory Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
  5. Test 5 (Keyboard Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
  6. Test 6 (Drive Error), ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781 yang menunjukkan kode kesalahan.

Cara Setting Mikrotik Routerboard RB750,RB450,RB1000,RB1100 Router



--Topologinya seperti di atas,begini caranya
--Colokkan Kabel Lan ether1 di Routerboard ke Modem
--Colokkan Kabel Lan ether2 di Routerboard ke Switcth ke Hub
--Colokkan Kabel Lan PC atau Laptop Anda Ke Hub
--Jalankan RB RB750 atau RB450 atau RB1000 atau RB1100 Router...dengan winbox,download winbox 
((DISINI))
--Di menu utama Winbox klik "New Terminal",lihat gambar di bawah ini:
 


--Rename Ether1 dan Ether2,Ketik perintah di bawah ini di "New Terminal":
/interface set 0 name=public
/interface set 1 name=local

--Masukkan Ip Internet (Ip yang di berikan ISP anda) ke interface 0,dengan perintah:
--Ini hanya ip contoh saja:
/ip address add address=118.97.161.162 netmask=255.255.255.248 interface=public

--Masukkan Ip Local (Ip untuk client anda) ke interface 1,dengan perintah:
/ip address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=local

--Masukkan Gateway (Gateway yang di berikan ISP internet anda),dengan perintah:
--Ini hanya ip contoh saja:
/ip route add gateway=192.168.0.1

--Masukkan DNS (DNS yang di berikan ISP Internet anda),dengan perintah:
--Ini hanya dns contoh saja
/ip dns set primary dns=203.130.193.74 allow-remote-requests=yes
/ip dns set secondary dns=203.130.206.250 allow-remote-requests=yes

--kalau ada keterangan yang timbul seperti:
expected end of command (line 1 column 12)
tukar perintahnya dengan:
/ip dns set servers=203.130.193.74,203.130.206.250 allow-remote-requests=yes

--Masukkan Nat,dengan perintah:
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=public action=masquerade

--Masukkan Ip pool,dengan perintah:
/ip pool add name=pool ranges=192.168.1.2-192.168.1.254

--Masukkan nama Router anda,dengan perintah:
--Ini hanya nama contoh saja:
/system identity set name=Router_Saya

--Masukkan password,dengan perintah:
/Password (kemudian tekan "Enter" 2 kali)
new password:*******
retype new password: (ulangi password anda)

--Untuk Tes,masukkan ip di Pc anda Ip kelanjutan local Routerboard,misalkan ip local routerboard 192.168.1.1 berarti ip di pc anda 192.168.1.2,dan Masukkan DNS 255.255.255.0 dan gateway yaitu ip routerboard anda 192.168.1.1 dan DNS yaitu ip routerboard anda juga 192.168.1.1 , ketik perintah di "New Terminal" winbox:
/ping 192.168.1.2
Kalo reply berarti udah pas setttingannya

--Tes ping ke internet,ketik perintah berikut di "New Terminal" winbox:
/ping yahoo.com

kalau udah reply berarti udah konek internet....

Setting Dasar rb 750

Berikut ini setting dasar RB750G yang saya dapat di forum mikrotik dan saya telah menggunakan :
/ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1 comment=”To Gateway”
/ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2
Setting DNS
/ip dns set primary-dns=202.134.1.10 allow-remote-requests=yes
/ip dns set secondary-dns=202.134.0.155 allow-remote-requests=yes
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.2.2-192.168.2.254
/ip dhcp-server network add address=192.168.2.1/24 gateway=192.168.2.1 dns-server=202.134.1.10,202.134.0.155
/ip dhcp-server add name=DHCP_LAN disabled=no interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
/ip route add gateway 192.168.1.1
/ip firerewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1
Kalau menggunakan PPPoE Speedy Via Mikrotik – Modem disetting bridge
/interface pppoe-client add name=”Speedy” max-mtu=1480 max-mru=1480 mrru=disabled interface=ether1 user=”id 14xxxxxxxxxxxxxxxx@telkom.net” password=”xxxxxxYYxx” profile=default add-default-route=yes dial-on-demand=no use-peer-dns=yes allow=pap,chap,mschap1,mschap2
/ip firerewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface= Speedy
Gunakan IP firewall filter yang sederhana saja :
/ip firewall filter
add chain=forward in-interface=Ether1 out-interface=Lan dst-address=192.168.2.0/24 action=accept comment=”Allow semua akses 
internetto client” disabled=no
add chain=input in-interface=Ether1 protocol=tcp dst-port=8291 action=accept comment=”Allow Remote winbox dari Publik” disabled=no
add chain=input in-interface=Ether1 protocol=udp src-port=53 action=accept comment=”Allow DNS 
Traffic” disabled=no
add chain=input in-interface=Ether1 protocol=icmp action=accept comment=”Allow Ping Traceroute Traffic” disabled=no
add chain=input in-interface=Ether1 connection-state=new action=add-src-to-address-list address-list=spam address-list-timeout=30m comment=”Log Ip Yang Di Tolak” disabled=no
add chain=input in-interface=Ether1 action=drop comment=”Drop Semua Akses yang tidak di ijinkan” disabled=no
Untuk setting bandwith :
Misalnya jumlah 
komputer klien yang ada saat ini adalah 10 buah. Jadi harus disiapkan bandwidth itu untuk dibagikan kepada 10 klien tersebut.
/ip firewall mangle add src-address=192.168.2.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=Clients-con chain=prerouting
/ip firewall mangle add connection-mark=Clients-con action=mark-packet new-packet-mark=Clients chain=prerouting
/queue tree add name=Clients-
Download parent=ether2 packet-mark=Clients limit-at=30720 max-limit=38912
/queue tree add name=Clients-Upload parent=ether1 packet-mark=Clients limit-at=5120 max-limit=6144
Dari setting dasar RB750G di atas sudah bisa konek keinternet
Sumber : 
forumHYPERLINK "http://www.forummikrotik.com/" HYPERLINK "http://www.forummikrotik.com/"mikrotikHYPERLINK "http://www.forummikrotik.com/" HYPERLINK "http://www.forummikrotik.com/"by adhielesmana
Untuk setting bandwith yang lebih bagus lagi, silahkan gabung di 
forum mikrotik Indonesia. Semua sudah dijelaskan disana.

Setting Speedy pada Modem ADSL TP-Link TD-8817


Anda menggunakan Modem TP-Link untuk koneksi speedy Anda? Pengen tahu cara setting nya? Ya, siapa tahu bagi rekan-rekan yang seneng ngoprek tapi kelupaan bikin backup settingnya.. ga usah panik. Tinggal Anda reset modem Anda dan ikuti artikel berikut ini, insyaallah berhasil. Kali ini saya akan paparkan cara setting koneks speedy menggunakan modem TP-Link TD 8817 yang sering digunakan Telkom.

Sebelum berlanjut, saya ingin ingatkan pengetahuan dasar tentang modem terutama yang diterapkan pada mainan kita kali ini, TPLINK TD-8817. Pada dasarnya modem menjalankan tugasnya dalam (minimal) 3 mode konektivitas:
  • Koneksi berbasis IP Address: maksudnya, pengguna terkoneksi dengan jaringan internet dengan diberi IP khusus oleh pihak ISP. Ada dua turunan dari mode ini:
    Dynamic IP Address (DHCP): di sini IP diatur oleh pihak ISP dan diperoleh secara otomatis oleh modem. Modem otomatis akan meminta dan pihak ISP akan merespon dengan memberi IP Address.
    Static IP Address: Pihak ISP mengalokasikan IP Address khusus untuk tiap pengguna. IP ini yang dimasukkan secara tetap(statis) di dalam modem dan melakukan koneksi dari IP tersebut.
  • PPPoE/PPPoA: Singkatan dari Point-to-Point Protocol over Ethernet/Point-to-Point Protocol over ATM. Pada mode ini, modem melakukan proses Dial-Up dari suatu titik ke titik pusat (server ISP) melalui jaringan. Mode ini yang secara default digunakan standar operasi pemasangan modem ADSL Telkom Speedy. Nah, dalam tulisan ini saya akan fokus pada mode ini.
  • Bridge: Modem berfungsi sebagai bridge, menjembatani koneksi yang dilakukan oleh PC ke server ISP. Mode ini diperlukan jika Anda memiliki router atau server yang Anda set untuk melakukan Dial-Up koneksi. Mode inilah yang dipakai jika Anda kita melakukan Setting Dial Up Speedy dengan Router Mikrotik yang pernah saya tulis sebelumnya.
WIZARD, CARA CEPAT SETTING KONEKSI
Sebenarnya ada berbagai cara melakukan setting koneksi pada modem ADSL TP-Link yang kita bicarakan sekarang. Bagi Anda yang sudah mahir dan nyaman, Anda bisa langsung masukkan kode dan IP jaringan Anda. Cukup rumit memang, tapi tentu itu semua terbayar dengan kestabilan yang dapat Anda kontrol sendiri. Namun jangan khawatir, bagi Anda yang tidak mau ribet atau belum memiliki keterampilan tersebut, saya akan sampaikan cara mudah melakukan berbagai setting tersebut. Yakni dengan Wizard.